Identitas trigonometri sederhana ini hanya menggunakan rumus trigonometri untuk kelas 10 saja, dimana rumus yang digunakan adalah masih rumus dasar trigonometri yang meliputi perbandingan sinus, cosinus,tangen, secan, cotan, cosec, dan rumus trigonometri dari sebuah segitiga phytagoras.
Identitas Trigonometri Sederhana 1
CONTOH 1: Buktikan identitas trigonometri di bawah ini. tanAcosA ≡sinA
JAWAB :
CONTOH 2: Buktikan identitas trigonometri di bawah ini. cotAtanA ≡1
JAWAB :
Lihat video untuk contoh 1 dan 2 dibawah ini.
IDENTITAS TRIGONOMETRI SEDERHANA 1 CONTOH 1
IDENTITAS TRIGONOMETRI SEDERHANA 1 CONTOH 2
CONTOH 3:
Buktikan identitas trigonometri di bawah ini.
sec2A≡ 1 + tan2A
JAWAB :
1 + tan2A≡ 1 + tan2A (terbukti)
Lihat video untuk contoh 3
IDENTITAS TRIGONOMETRI SEDERHANA 1 CONTOH 3
CONTOH 4:
Buktikan identitas trigonometri di bawah ini. sinAcosAsecAcscA≡ 1 JAWAB :
IDENTITAS TRIGONOMETRI SEDERHANA 1 CONTOH 4
CONTOH 5: Buktikan identitas trigonometri di bawah ini. cosA.secA – cos2A ≡ sin2A
CONTOH 1: Tentukan koordinat Cartesius dari setiap titik berikut ini yang dinyatakan dalam koordinat kutub. a. P(8, 30o) b. Q(6, 2π/3) JAWAB :
Jadi koordinat Cartesiusnya adalah P(4√3,3)
Jadi koordinat Cartesiusnya adalah
Lihat video untuk contoh 1
Koordinat Kutub Contoh 1
CONTOH 2: Tentukan koordinat Kutub dari setiap titik berikut ini yang dinyatakan dalam koordinat Cartesius berikut ini. a. P(6, 6√3) b. Q(– 5, 5) JAWAB :
Jadi, koordinat kutubnya adalah P(6, 60o) atau P(6, π/6)
Jadi, koordinat kutubnya adalah P( - 5, 135o) atau P( -5, 3π/4)
Nilai trigonometri dengan sudut istimewa (0o ,30o ,45o ,60o , dan 90o ) bisa langsung kita ketahui dengan menghafal nilai-nilai sudutnya, tetapi jika sudut istimewa yang akan kita hitung lebih dari 90o diperlukan konsep kuadran untuk menyelesaikannya, lihat gambar kudrat dibawah.
kuadran
Dengan menggunakan konsep kuadran diatas menghitung nilai sudut lebih dari 90o akan lebih mudah, luhat contoh menghitung nilai sudut istimewa dibawah ini.
CONTOH 1:
Tentukan nilai trigonometri berikut menggunakan kuadran
a. cos 120o b. sin 150o c. tan 330o d. sin 420o e. cos (- 30o) f. sin (- 60o) g. tan 1110o h. sin 14π/3
JAWAB :
cos tetap positif (+) karena arahnya searah jarum jam dan berada di kuadran IV
1110o sudah 3x mengelilingi lingkaran dan bersisa 30o sehingga tan 1110o menjadi tan 30o .
Lihat video untuk contoh 1
Nilai sudut trigonometri dengan konsep kuadran contoh 1
Sudut berelasi adalah perluasan dasar ilmu trigonometri tentang kesebangunan pada segitiga siku-siku yang memenuhi untuk sudut kuadran I, kuadran II, kuadran II, dan kuadran IV. Dibawah ini akan saya sajika rumus-rumus sudut berelasi pada setiap kuadran, tetapi kamu tidak harus menghafal rumus-rumus tersebut karena divideo Contoh 1 saya akan memberikan cara cepat untuk menentukan sudut berelasi tanpa menghafal.
rumus sudut berelasi
Sudut berelasi sangat penting kita pelajari, karena dapat membantu dalam menyelesaikan soal identitas trigonometri dan limit trigonometri dengan cepat dan mudah.
Dengan konsep dasar sudut berelasi yang akan saya berikan di contoh 1 kamu tidak pelu menghafal puluhan rumus sudut berelasi diatas dan satu lagi wajib memahami materi nilai sudut istimewa dahulu sebelum mempelajari sudut berelasi karena materi tersebut sangat erat hubungannya dengan kuadran.
Ayo kita langsung lihat aja contoh berikut.
CONTOH 1:
Sederhanakanlah Jika memungkinkan menggunakan rumus perbandingan diatas
JAWAB :
Berdasarkan rumus sudut berelasi, maka :
2. Hitunglah nilai sudut trigonometri berikut
JAWAB :
Berdasarkan rumus sudut berelasi, maka
3. Hitunglah nilai sudut trigonometri berikut
JAWAB :
Berdasarkan rumus sudut berelasi , maka :
Lihat Video cara cepat untuk contoh 1
Konsep Dasar Sudut Berelasi Contoh 1
CONTOH 2 :
Diketahui sin 274o = m, maka tan 4o= ....
JAWAB :
274o = sin (270o + 4o)
274o = – cos 4o
m = – cos 4o
sehingga cos 4o = – m = -m/1
Buatlah perbandingan trigonometrinya dengan segitiga siku-siku.
Soal dan Pembahasan Suku banyak/Polinomial lengkap dengan tutorial video pembahasan. Soal berjumlah 20 butir pilihan ganda dengan indikator : mencari nilai suku banyak,kesamaan suku banyak, mencari hasil bagi dan sisa, teorema sisa, mencari akar-akar suku banyak, soal cerita suku banyak yang berhubungan dengan akar- akarnya.
Soal-soal pembahasan suku banyak bisa kamu langsung lihat video dibawah ini :
soal dan pembahasan suku banyak/polinomial
atau kalau kamu mau latihan dulu untuk menguji pengetahuan kamu boleh simak soal dibawah ini dan kunci jawaban ada di akhir soal.
*Note : semua soal dibuat secara mandiri oleh gulam halim, jika ada kesalahan jawaban atau soal silahkan tulis di komentar
SOAL 1
Diketahui suku banyak f(x)=x3-2x2+4x-5. Nilai f(2)=⋯. A. 3 B. – 1 C. – 3 D. 13 E. 5
SOAL 2
Diberikan kesamaan suku banyak :
(2x2+4x+6)/(x3+2x2-x-2)≡A/(x2-1)+B/(x+2) Nilai A + B = …. A. 2 B. 4 C. 6 D. -2 E. 0
SOAL 3
Hasil bagi dan sisa suku banyak f(x)=x3+3x2-4x+1 oleh x+4 adalah …. A. x2+x dan 2 B. x2-2x dan 1 C. x2+x+1 dan 1 D. x2-x dan 1 E. x2+x dan 4
SOAL 4
Sisa pembagian suku banyak f(x)=2x3+x2-ax+5 oleh x+1 adalah 7. Nilai dari 4a adalah …. A. 4 B. 7 C. 12 D. – 4 E. – 16
SOAL 5
Hasil bagi dan sisa suku banyak f(x)=x4+x3-3 oleh x2+x+1 adalah …. A. x2+x-1 dan x-1 B. x2-1 dan 2x+1 C. x2-1 dan x-2 D. x2-1 dan x+2 E. x2+1 dan x+1
SOAL 6
Jika suku banyak f(x)=x3-ax2+bx-1 dibagi x-1 dan x+1 masing-masing menghasilkan sisa – 3 dan – 7 . Nilai a + b = …. A. – 4 B. – 3 C. – 2 D. – 1 E. 5
SOAL 7
Suku banyak f(x)=x4+5x3+ax2-bx-24 habis dibagi oleh x2+5x+6. Maka nilai a4-b adalah …. A. 1 B. 2 C. 4 D. – 6 E. – 4
SOAL 8
Suku banyak f(x)=ax3+9x2+bx-4 habis dibagi oleh x+4 dan bersisa 10 jika dibagi oleh x+2. Maka nilai a dan b adalah …. A. 2 dan 3 B. 2 dan – 3 C. 2 dan – 2 D. – 3 dan 2 E. 3 dan 2
SOAL 9
Suku banyak f(x) dibagi oleh x+3 dan x-1 masing-masing bersisa 6 dan 2. Sisa pembagian jika f(x) dibagi oleh x2+2x-3 adalah …. A. 7x-9 B. -x+3 C. x-3 D. 7x+3 E. -7x-9
SOAL 10
Suku banyak f(x) dibagi oleh x-3 dan x+2 masing-masing bersisa x+17 dan x-8. Sisa pembagian jika f(x) dibagi oleh x2-x-6 adalah …. A. 6x+2 B. 3x-4 C. -6x+8 D. -3x+4 E. -3x-4
SOAL 11
Suku banyak f(x) dibagi oleh x2-1 dan x2-4 masing-masing bersisa 5 dan -1. Sisa pembagian jika f(x) dibagi oleh x2+x-2 adalah …. A. x+3 B. -2x-7 C. -2x+7 D. 2x-3 E. 2x+3
SOAL 12
Suku banyak f(x) dibagi oleh x-1 dan x-2 masing-masing bersisa 1 dan 3. Suku banyak g(x) dibagi oleh x-1 dan x-2 masing-masing bersisa -2 dan 10 . Sisa pembagian jika f(x).g(x)+1 dibagi oleh x^2-3x+2 adalah …. A. 32x+33 B. x-2 C. 2x-1 D. 32x-33 E. 33x-32
SOAL 13
Akar- akar dari suku banyak f(x)=x3+4x2+x-6 adalah …. A. { 1, - 1, 3 } B. { - 1, 1, 3 } C. { - 1, - 2, 3 } D. { 1, - 2, - 3 } E. { 1, - 2, 3 }
SOAL 14
Akar- akar dari suku banyak f(x)=x4+5x3-2x2-24x adalah …. A. { 0, - 2, - 3, 4 } B. { 0, 2, - 3, 4 } C. { 0, 2, 3, 4 } D. { 0, 2, - 3, - 4 } E. { 0, - 2, 3, 4 }
SOAL 15
Salah satu akar dari suku banyak f(x)=2x3+3x2+bx+3 adalah – 3. Akar- akar yang lain adalah …. A. { 2, 0 } B. { -2, 1 } C. { 1/2, -1 } D. { 1/2, 1 } E. { - 1/2, 1 }
SOAL 16
Diketahui suku banyak f(x)=x3-mx2-9x+9 salah satu akarnya berlawanan akar lainnya. Nilai x1+x2+x3= …. A. 6 B. 4 C. 3 D. 2 E. - 1
SOAL 17
Diketahui suku banyak f(x)=x3+2x2-4x+3 mempunyai akar-akar x1, x2, dan x3. Nilai 1/x1 +1/x2 +1/x3 = …. A. 4/3 B. – 4/3 C. 3/4 D. – ¾ E. 1
SOAL 18
Diketahui suku banyak f(x)=2x4-4x3+x2-4x+6 mempunyai akar-akar x1, x2, x3, dan x4. Nilai x12+x22+x32+x42 = …. A. 3 B. 2 C. – 3 D. – 2 E. – 4
SOAL 19
Perkembangbiakan suatu bakteri dirumuskan oleh fungsi f(t)=t3+t2-t-1 . Jika t dalam menit , jumlah bakteri menjadi 144 pada menit ke….. A. 3 B. 4 C. 5 D. 6 E. 7
SOAL 20
Suatu balok mempunyai ukuran panjang (5x+2)cm, lebar 3x cm, dan tinggi (3x-2) cm. Jika volume balok tersebut adalah 288 cm3. Luas permukaan balok adalah …. cm2 A. 36 B. 72 C. 144 D. 160 E. 288
KEDUDUKAN TITIK, GARIS, dan BIDANG PADA BANGUN RUANG
Dalam suatu bangun ruang terdapat tiga unsur yang dapat membentuk suatu bangun ruang yaitu, titik, garis dan bidang. Berikut adalah penjelasan mengenai tiga unsur tersebut .
Titik Suatu titik tidak mempunyai ukuran (besaran), sehingga bisa dikatakan titik tidak berdimensi. Dalam matematika titik dipresentasikan dengan sebuah noktah “ . “ dan diberi nama menggunakan huruf kapital seperti dibawah ini.
Garis Garis merupakan himpunan titik-titik yang anggotanya lebih dari satu titik. Tidak seperti titik sebuah garis mempunyai ukuran panjang bahkan garis bisa menentukan arah sehingga garis berdimensi satu. Untuk penamaan sebuah garis biasa menggunakan huruf kecil seperti garis g, h, k, l dan sebagainya, lihat contoh dibawah ini :
Bidang Bidang merupakan himpunan dari garis-garis yang anggotanya lebih dari satu garis, sehingga bisa memiliki ukuran panjang dan luas.
AKSIOMA GARIS dan BIDANG
Aksioma 1 :
Melalui dua buah titik sembarang yang tidak berimpit hanya dapat dibuat sebuah garis lurus.
Aksioma 2 : Jika sebuah garis dan sebuah bidang memiliki dua titik persekutian, maka garis itu seluruhnya terletak pada bidang
Aksioma 3 :
Melalui tiga buah titik sembarang tidak segaris hanya dapat dibuat sebuah bidang.
Kedudukan Titik Terhadap Garis a. Titik terletak pada garis Sebuah titik A dikatakan terletak pada garis m, jika titik A dapat dilalui oleh garis m
b. Titik di Luar Garis Sebuah titik A dikatakan berada di luar garis m, jika titik A tidak dapat dilalui oleh garis m
Kedudukan Titik Terhadap Bidang a. Sebuah titik A dikatakan pada bidang α, jika titik A dapat dilalui oleh bidang α
b. Sebuah titik A dikatakan berada di luar bidang α, jika titik A tidak dapat dilalui oleh bidang α
Untuk Lebih Jelasnya Perhatikan Contoh Berikut :
CONTOH 1:
Diketahui kubus ABCD.EFGH. Tentukan titik sudut kubus yang terletak pada garis EG dan berada di luar garis EG
JAWAB :
Titik sudut kubus yang terletak pada garis EG adalah titik E dan G
Titik sudut kubus yang berada di luar garis EG adalah titik A, B, C, D, F, H
Diketahui kubus ABCD.EFGH. Tentukan titik sudut kubus yang terletak pada bidang ABCD dan berada diluar AFH
JAWAB : Titik sudut kubus terletak pada bidang ABCD adalah titik A, B, C dan D Titik sudut yang berada diluar bidang AFH adalah titik B, C, D, E, G
LIHAT PENJELASAN VIDEO BERIKUT INI
Kedudukan Titik, garis dan bidang pada bangun ruang dimensi 3 Contoh 1
Kedudukan Garis Terhadap Garis Lain
a. Dua garis Berpotongan Dua buah garis m dan n dikatakan berpotongan, jika kedua garis itu terletak pada sebuah bidang dan memiliki sebuah titik persekutuan. Titik persekutuan ini dinamakan titik potong.
dua garis m dan m berpotongan dititik A
b. Dua Garis Sejajar Dua buah garis m dan n dikatakan sejajar, jika kedua garis itu terletak pada sebuah bidang dan
tidak memiliki titik persekutuan.
garis m dan m berhimpit
Garis m dan n sejajar
c. Dua Garis Bersilangan Dua buah garis m dan n dikatakan bersilangan, jika kedua garis itu tidak terletak pada sebuah bidang
Garis m dan n bersilangan
Aksioma Dua Garis Sejajar
Aksioma 1 : Melalui sebuah titik yang berada di luar sebuah garis tertentu hanya dapat dibuat sebuah garis yang sejajar dengan garis tertentu itu.
Titik A berada di luar garis n, sehingga melalui titik A dan garis m dapat dibuat bidang α dan melalui titik A dapat dibuat sebuah garis m yang sejajar garis n.
CONTOH 2: Diketahui kubus ABCD.EFGH. Tentukan : a. Rusuk-rusuk kubus yang berpotongan dengan EG b. Rusuk-rusuk yang sejajar dengan CD c. Rusuk-rusuk kubus yang bersilangan dengan EG
JAWAB : a. FG, HG, EH, EF, AE, CG, HF b. AB, HG, EF c. CD, AB, BC, AD, BD
Lihat Penjelasan Contoh 2 divideo berikut :
Kedusukan Titik, Garis, dan Bidang Pada Bangun Ruang dimensi 3 Contoh 2
CONTOH 3:
Perhatikan kubus ABCD.EFGH dibawah ini. Tentukan :
a. Garis-garis yang berpotongan dengan AC. b. Garis-garis yang sejajar dengan MN. c. Garis-garis yang menyilang BC dengan tegak lurus d. Garis yang sejajar dengan MG
JAWAB :
a. AB, BC, CD, AD, CG, AE, BD, GM, AN, NM
b. AE, BF, CG, dan DH
c. AE, DH, MN
d. AN
Perhatikan Penjelasan Video untuk Contoh 3
Kedudukan tiik, garis, dan bidang pada bangun dimensi tiga contoh 3
Kedudukan Garis Terhadap Bidang
Garis Terletak Pada Bidang
Sebuah garis m dikatakan terletak pada bidang α, jika garis m dan bidang α itu sekurang-kurangnya memiliki dua titik persekutuan.
garis m terletak pada bidang alfa
b. Garis Sejajar Bidang Sebuah garis m dikatakan sejajar bidang α, jika garis m dan bidang α itu tidak memiliki titik persekutuan.
garis m sejajar bidang α
c. Garis Memotong atau Menembus Bidang Sebuah garis m dikatakan memotong atau menembus bidang α, jika garis m dan bidang α hanya memiliki satu titik persekutuan. Titik persekutuan ini dinamakan titik potong atau titik tembus.
garis m menembus bidang α di titik A
Kedudukan Bidang Terhadap Bidang
a. Dua Bidang Berimpit Bidang α dan β dikatkan berimpit, jika setiap titik yang terletak pada bidang α juga terletak pada bidang β atau setiap titik yang terletak pada bidang β juga terletak pada bidang α.
bidang α berhimpit dengan bidang β
b. Dua Bidang Sejajar Bidang α dan β dikatkan sejajar, jika kedua bidang itu tidak memiliki satupun titik persekutuan.
Bidang α sejajar bidang β
c. Dua Bidang Berpotongan Bidang α dan β dikatkan berpotongan, jika kedua bidang itu memiliki tepat sebuah garis persekutuan. Garis persekutuan sering dinamakan garis potong yang merupakan tempat kedudukan dari titik-titik persekutuan.
Bidang α dan bidang β berpotongan dengan garis potongannya
d. Tiga Bidang Berpotongan Jika tiga buah bidang berpotongan dan memiliki tiga buah garis persekutuan, maka kemungkinan kedudukan dari ketiga garis persekutuan itu adalah berimpit, sejajar, atau melalui sebuah titik.
CONTOH 4: Diketahui kubus ABCD.EFGH. Tulislah :
a. Bidang-bidang yang sejajar dengan garis BF b. garis yang terletak pada bidang ABCD c. garis-garis yang memotong bidang BCGF
JAWAB : a. CDGH, ADEH b. AB, BC, CD, AD, BD c. AB, BD, DC, EF, HF, HG
Lihat Video untuk Contoh 4
Kedudukan titik, garis, dan bidang pada bangun ruang dimensi 3 contoh 4
CONTOH 5:
Diketahui kubus ABCD.EFGH. Tentukanlah:
Rusuk-rusuk kubus dan diagonal sisi yang terletak pada bidang EFGH.
Rusuk-rusuk kubus dan diagonal sisi yang sejajar dengan bidang EFGH.
Rusuk-rusuk kubus yang menembus bidang EFGH.
JAWAB :
a. EF, EG, GH, EH, EG, FH
b. AB, BC, CD, AD, BD, AC
c. AE, BF, CG, DH
Lihat Video Untuk Contoh 5
Kedudukan titik,garis, dan bidang pada bangun ruang dimensi 3 Contoh 5
CONTOH 6 :
Perhatikan kubus ABCD.EFGH
kubus ABCD.EFGH
Bagaimana kedudukan AC terhadap bidang : a. ABCD b. EFGH c. BCFG d. ABEF e. CDHG JAWAB : a. Karena titik A dan C terletak pada garis AC dan bidang ABCD, maka garis AC terletak pada bidang ABCD.
b. Bisa dilihat pada gambar bahwa garis AC tidak memiliki titik Persekutuan terhadap bidang EFGH , tetapi karena garis AC sejajar dengan garis EG pada bidang EFGH maka garis AC sejajar dengan bidang EFGH
c. Jika dilihat pada gambar, titik AC menembus bidang BCFG di titik C
d. Jika dilihat pada gambar, titik AC menembus bidang ABEF di titik A
e. Jika dilihat pada gambar, titik AC menembus bidang CDHG di titik C
2. Bagaimana kedudukan AH terhadap bidang BDG ? JAWAB : Pada gambar diatas jelas bahwa garis AH sejajar garis BD yang terletak pada bidang BDG, sehingga garis AH juga sejajar dengan bidang BDG